🏓 Kata Kata Seniman Jalanan

Ifthe content Buku Perbendaharaan Kata Bahasa Denmark not Found or Blank , you must refresh this page manually. Buku Perbendaharaan Kata Bahasa Denmark DOWNLOAD dalam bahagian kedua buku ini boleh digunakan pada bila-bila masa anda perlu mencari perkataan yang anda dengar di jalanan, perkataan bahasa Denmark yang anda mahu tahu Basic Katas Taikyoku Shodan 1st Basic Kata TAIKYOKU SHODAN 1. Heian Shodan 1st Heian Kata 2. Heian Nidan 3. Heian Sandan 3rd Heian Kata 4. Heian Yondan 5. Heian Godan Shotokan Katas with Video & Written Instructions This page provides written & video instructions for the 26 main Shotokan katas. It has information on Shotokan kihon katas. In addition, this section explores the meaning of each Shotokan Karate kata because many Shotokan schools question their students about these kata meanings during belt tests. For information on the katas of other Karate styles Wado-Ryu katas or Kyokushin katas, please visit the main Black Belt Wiki section on Katas & Forms. Shotokan Kihon Katas – These introductory kihon katas are used by some Shotokan schools. Click on the kata below for instructions & videos. Shotokan – Taikyoku ShodanShotokan – Taikyoku NidanShotokan – Taikyoku SandanShotokan – Taikyoku Yondan – Less frequently usedShotokan – Taikyoku Godan – Less frequently usedShotokan – Taikyoku Rokudan – Less frequently used 26 Shotokan Katas – These are the main 26 Shotokan katas taught to color belt and black belt Shotokan students. Click on the kata below for instructions & videos. Heian Shodan – Shotokan Kata 1Heian Nidan – Shotokan Kata 2Heian Sandan – Shotokan Kata 3Heian Yondan – Shotokan Kata 4Heian Godan – Shotokan Kata 5Tekki ShodanTekki NidanTekki SandanBassai DaiBassai ShoKanku DaiKanku ShoEnpi or EmpiJionGankakuHangetsuJitteChinteSochinMeikyoJiinGojushiho DaiGojushiho ShoNijushihoWankanUnsu Shotokan Kata Meanings Additional Kata Used By Some Shotokan Schools & Organizations Asai Katas Junro kataGankaku Sho – This kata is not used by all Shotokan schools & KatasNiju Hachi Ho – This kata is not used by all Shotokan schools & Wheelchair Kata How many katas are in Shotokan Karate? Traditionally, there are 26 Shotokan katas. However, if in doubt, check with your Sensei/Instructor because some Shotokan Karate schools use slightly different kata formats and/or include additional katas from other Karate styles into their curriculum. Moreover, after the first eight katas, many Shotokan Karate schools have their kata in different orders/sequences based on the preference of the school’s Sensei. Be aware that some Shotokan schools state that they practice 27 official Shotokan katas. Their kata list often includes Taikyoku Shodan a kihon kata as well as the traditional 26 Shotokan kata. Why is kata important? Many different Karate styles use kata in order to help students practice certain moves kicking techniques, self-defense techniques and various strikes as well as for improving a student’s physical conditioning, muscle memory, focus/concentration, balance, etc. Whereas some martial arts question the value of kata, most Karate schools think that kata is an essential tool in order to train karate students. For additional kata reasons and benefits, you should read our sections focused on Is Kata Useful or Useless? and the Benefits of Forms, Patterns & Kata. To master kata, martial arts students should try to imagine that they are fighting an imaginary opponent. This allows students to practice “offensive” and “defensive” techniques strike the imaginary opponent’s neck at the correct height and angle versus just going through the motions in order to pass a belt test. What does kata mean? Kata is the Japanese word used for form. Kata is a series of standardized movements or forms that Karate students use in order to practice “offensive” and “defensive” techniques without a partner. In addition, Karate students must perform the kata movements correctly in order to pass belt tests. Beyond helping Karate students to practice kicks and strikes, kata is also used by instructors to improve a student’s physical conditioning, muscle memory, focus/concentration, balance, etc. Who created the Shotokan kata? Gichin Funakoshi the founder of Shotokan Karate and his son, Gigo Funakoshi, developed many of the official Shotokan kata and kihon kata. What does Shotokan mean? Shotokan is Japanese for House or Hall of Pine Waves. Shoto means “pine waves” or the movement of pine branches as the wind bows through the trees. Shotokan was the name of the first dojo built by the founder of Shotokan Karate, Gichin Funakoshi. What are the fitness benefits of Shotokan kata? The performance of kata has many fitness benefits. For example, kata can help students to lose weight given the significant calorie expenditure achieved during training. Kata may also improve a student’s muscular strength and muscle tone given kata’s use of powerful kicks, punches, leaps, etc. Moreover, the conditioning required to perform numerous kata sessions also improves a student’s stamina and energy. Another fitness benefit is that kata can improve a person’s balance because they need to learn and practice different stances, kicking positions, etc. Furthermore, kata can improve eye, hand and foot coordination because students need to combine a wide variety of kicks, punches and stances. Kata also has the fitness benefit of enhancing flexibility because students need to master difficult or advanced kata techniques. Finally, kata has the fitness benefit where it can help with the athletic performance in other sports. Kata provides excellent cross training and thus improves an athlete’s overall coordination, balance, strength, stamina, etc. Is Shotokan Karate effective? Shotokan Karate can be an effective means of learning self-defense. This Japanese martial arts style teaches kicks, strikes, sparring kumite, self-defense techniques, etc. However, like all martial arts, the effectiveness of Shotokan Karate depends on the commitment of the student, the skill of the instructor and the focus of the Shotokan school. Shotokan Karate training will be ineffective as a means of learning self-defense if the student rarely goes to class, the student does not regularly practice, the teacher is a poor instructor, the Shotokan school does not provide frequent self-defense sessions, the self-defense training is unrealistic, etc. Sensei Gichin Funakoshi, the founder of Shotokan Karate
PadaSelasa (2/8/2022) ini, Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) MUI akan membahas masalah-masalah kekinian dalam acara Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia dan Focus Group Discussion (FGD) yang akan digelar di Hotel Sari Pacific Jakarta. Tidak menutut kemungkinan LSBPI juga akan membahas tentang fenomena Citayam Fashion Week.
Jika membicarakan tentang seni, tentu tak akan terlepas dari para pembuatnya. Sayangnya, tidak banyak orang yang menghargainya. Sebagai penyemangat bagi para seniman, di artikel ini kami sudah menyiapkan beberapa kata-kata bijak banyak orang bisa menghargai para pekerja seni dan hasil karyanya. Padahal, untuk bisa menghasilkan karya yang indah, dibutuhkan kerja keras dan kreativitas yang tinggi. Sebagai seniman, terkadang kamu sampai membutuhkan kata-kata bijak tak hanya bisa kamu gunakan sebagai penyemangat untuk dirimu sendiri, tapi bisa juga kamu kirimkan untuk teman sesama tak sabar ingin mengetahui apa saja kata-kata bijak yang bisa dijadikan penyemangat untuk para seniman? Cek artikel yang telah kami siapkan di artikel Untuk Memelihara Akar Budaya Jika seni bertujuan untuk memelihara akar dari budaya kita, masyarakat harus membiarkan seniman bebas mengikuti visi mereka masing-masing kemanapun hal itu membawa mereka. John F. Kennedy Quote bijak tentang seniman yang satu ini bisa dijadikan sebagai pengingat apakah tujuan awal dari pembuatan karya seni tersebut. Jika memang tujuannya adalah untuk memelihara akar budaya, seharusnya para pekerja seni diperbolehkan mengikuti visi masing-masing asalkan tidak melenceng terlalu jauh. 2. Ruang Kosong Jiwanya seniman itu bagaikan ruang kosong, tak ada lemari atau kotak-kotak yang bisa dipakai untuk menyembunyikan sesuatu, segalanya tampak jelas dan jujur di mata. Emha Ainun Nadjib, Markesot Bertutur Pernahkah kamu mempertanyakan seperti apakah isi kepala seorang pekerja seni itu? Apakah rapi dipenuhi dengan lemari yang bisa memilah satu karya seni dengan yang lainnya? Ataukah terbuka lebar dan mungkin bisa dianggap berantakan? 3. Ukuran Keberhasilan Jika keberhasilan karyamu diukur dari banyaknya rating, maka kau bukan seniman, melainkan buruh seni. Pidi Baiq Sebagai seorang pekerja seni, apakah ukuran dari keberhasilanmu? Apakah sama seperti kutipan bijak seniman yang satu ini, yaitu banyaknya rating? Atau berasal dari kepuasan karena berhasil membuat karya yang menurutmu sudah cukup sempurna? 4. Beda Intelektual dan Seniman Seorang intelektual adalah orang yang mengatakan hal yang sederhana dengan cara yang sulit, seorang seniman adalah orang yang mengatakan hal yang sulit dengan cara yang sederhana. Charles Bukowski, Notes of a Dirty Old Man Tahukah kamu apa perbedaan antara seseorang yang intelektual dan pekerja seni? Mungkin ibaratnya seperti perbedaan orang yang dominan sisi otak kiri atau otak kanannya. Salah satunya akan lebih bisa memahami istilah yang rumit, sementara yang lainnya berusaha mempermudah kerumitan itu. 5. Karya Anak Kecil? Kata orang, karya anak kecil dan karya seniman terkenal kadang tak bisa dibedakan. Hanya saja, seorang seniman punya konsep, sementara anak kecil punya kebahagiaan. Ruwi Meita, Misteri Patung Garam Pernahkah kamu mendengar ungkapan atau caption bijak tentang karya seorang seniman yang mirip dengan anak kecil? Padahal, sebenarnya tentu saja ada perbedaan dari dua karya tersebut. Seorang pembuat seni tentunya sudah menyiapkan konsep dari karyanya itu, sementara anak kecil hanya melakukan apa yang ia sukai saja. Baca juga Sadarkan Pasangan agar Tidak Egois dengan Kata Kata untuk Suami yang Selalu Menyalahkan Istri Ini 6. Bukan Sekadar Kerajinan Seni bukan hasil kerajinan, melainkan transmisi perasaan artis atau seniman yang telah mengalaminya. Leo Tolstoy Siapa yang tidak kesal jika seni yang ia buat dengan susah payah dan sepenuh hati dianggap sebagai sekadar hasil kerajinan semata. Padahal, di dalam karya seni yang kamu buat itu terdapat curahan perasaan dan pengalaman yang pernah kamu hadapi. 7. Berdamai dengan Diri Sendiri Seorang musisi harus membuat musik, seorang seniman harus melukis, seorang penyair harus menulis, jika ia ingin berdamai dengan dirinya sendiri. Abraham H. Maslow Tak peduli apa pun yang dibuat oleh sang seniman, seperti quotes bijak yang satu ini, setiap karya seni itu memiliki makna penting. Khususnya jika sang seniman ingin berdamai dengan dirinya sendiri dan menumpahkan segala perasaannya melalui karyanya. 8. Setiap Anak Semua anak adalah seniman. Masalahnya adalah bagaimana tetap menjadi seorang seniman setelah ia besar nanti. Pablo Picasso Kata-kata bijak tentang seniman yang satu ini mungkin lebih tepat dijadikan sebagai pengingat bagi setiap orang tua. Bahwa setiap anak ketika baru lahir di dunia adalah seorang seniman. Selanjutnya adalah keputusanmu untuk melanjutkan jalan hidup itu atau tidak. 9. Ekspresi Petualangan Jiwa Setiap karya seorang seniman harus menjadi ekspresi dari petualangan jiwanya. William Somerset Maugham Kata-kata bijak tentang seniman yang satu ini mengingatkanmu bahwa setiap karyamu itu pasti berisi jiwa. Dari setiap karya yang kamu ciptakan berisi sebagian dari petualangan dan pengalaman yang kamu alami dalam hidup. 10. Dari Kekurangan Apa yang mengubah orang menjadi seniman? Itu sering datang dari semacam rasa sakit atau kecemasan, kebutuhan untuk memahami atau mengungkapkan sesuatu. Ini sangat jarang datang dari kepercayaan diri, dibesarkan oleh orang tua yang ingin mendengar apa yang Anda katakan dan ingin mendorong Anda. Angelina Jolie Pernahkah kamu merasa minder karena hidupmu tidak terasa cukup sempurna untuk membuat sebuah karya? Jika iya, ingatlah kutipan yang satu ini. Bahwa untuk bisa membuat karya seni, bukan berarti kamu harus menjadi sempurna dahulu. Kekurangan dan kecemasanmu saja juga bisa menjadi sebuah karya yang tak kalah indahnya. Baca juga Kata Kata Sunda Sedih tentang Cinta untuk Mewakili Hati yang Sedang Galau 11. Sama Hebatnya Setiap seniman sama hebatnya dengan karya-karyanya yang terhebat. Arthur Schopenhauer Terkadang, setelah berhasil membuat karya yang hebat, kamu menjadi minder ketika karyamu yang lain biasa saja. Padahal, seperti kata-kata bijak seniman yang satu ini, selama kamu sudah memiliki karya terhebat, itu artinya kamu sudah cukup luar biasa. 12. Hidup di Perasaan Dia seniman, hidup hanya di alam perasaan. Pramoedya Ananta Toer, Larasati Sebagai seorang pekerja atau pembuat seni, tak akan mengherankan jika kamu lebih sering melamun. Karena bagaimanapun juga, kamu jauh lebih sering hidup di alam perasaanmu kemudian menuangkannya menjadi sebuah karya seni yang luar biasa. 13. Berbeda dari Orang Lain Saya mungkin berbeda dari orang lain, tetapi itulah yang menjadikan saya seorang seniman. Seni bukanlah meniru hasil karya orang lain; seni sejati hanya ada dalam perbedaan. Meskipun akan lebih mudah, saya tidak pernah mau mengikuti jejak orang lain. Soji Shimada, The Tokyo Zodiac Murders Kata-kata bijak tentang seniman yang satu ini bisa dijadikan sebagai ungkapan cinta pada lukisan, gambar, musik, atau karya apa pun yang kamu buat. Bahwa tak masalah jika karyamu berbeda. Karena memang begitulah sepatutnya, bukan? 14. Menjaga Kreativitas Mereka menjaga kreativitas berumur panjang. Mereka adalah para seniman, baik musisi, penulis, perupa, atau sutradara yang tak kenal lelah menafkahi dunia yang kian membosankan. Tomi Wibisono, Questioning Everything! Kreativitas di Dunia yang Tidak Baik-Baik Saja Setelah memutuskan untuk menjadi seorang pekerja seni, kamu harus ingat bahwa itu artinya kamu harus terus menjaga kreativitasmu. Setidaknya, kamu memiliki sebuah tanggung jawab untuk membuat dunia tak lagi terasa membosankan. 15. Tidak Membutuhkan Ide Hanya artis buruk yang berpikir dia punya ide bagus. Seniman yang baik tidak membutuhkan apapun. Ad Reinhardt Pernahkah kamu merasa stuck dan tak memiliki ide dalam membuat karya seni sama sekali? Saat itu terjadi, ingatlah kata-kata bijak motivasi untuk seniman yang satu ini. Bahwa tak masalah kalau kamu tidak memiliki ide, yang penting kamu masih memiliki perasaan yang bisa kamu tuangkan ke dalam karya. Baca juga Kumpulan Kata Bijak Menjaga Lisan Supaya Bisa Menjadi Pribadi yang Lebih Dapat Mengontrol Perkataan Demikianlah kata-kata bijak tentang seniman yang telah kami siapkan sebagai penyemangat. Dari kumpulan kutipannya, adakah yang menurutmu cocok dengan suasana hatimu sekarang? Kalau masih mencari beberapa kutipan seputar pekerjaan lainnya, langsung saja cek artikel-artikel di PosKata. Selain untuk seniman, kami juga menyediakan kata-kata bijak untuk polisi, perawat, atau dokter. PenulisRizki AdindaRizki Adinda, adalah seorang penulis yang lebih banyak menulis kisah fiksi daripada non fiksi. Seorang lulusan Universitas Diponegoro yang banyak menghabiskan waktunya untuk membaca, menonton film, ngebucin Draco Malfoy, atau mendengarkan Mamamoo. Sebelumnya, perempuan yang mengklaim dirinya sebagai seorang Slytherin garis keras ini pernah bekerja sebagai seorang guru Bahasa Inggris untuk anak berusia dua sampai tujuh tahun dan sangat mencintai dunia anak-anak hingga sekarang. EditorElsa DewintaElsa Dewinta adalah seorang editor di Praktis Media. Wanita yang memiliki passion di dunia content writing ini merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret jurusan Public Relations. Baginya, menulis bukanlah bakat, seseorang bisa menjadi penulis hebat karena terbiasa dan mau belajar. MuralMedancom, Inilah Daftar Seniman Street Art Legendaris Yang Wajib Diketahui - Seniman street art terkenal dengan seniman jalanan yang hobinya membuat coretan-coretan dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu.. Street art sendiri dapat dengan mudah ditemui pada bangunan, gerbong kereta, terowongn dan sudut Jakarta Seni jalanan atau street art merupakan pemandangan yang sudah tidak asing lagi di sudut kota. Seni jalanan hadir untuk menghibur dan memberi perspektif baru mengenai perkotaan yang seringkali tampak membosankan bagi pengguna jalan. 7 Desain Fashion Kelewat Nyeleneh, Bikin Mikir Dua Kali untuk Mengenakannya 6 Ide Desain Unik yang Bisa Buat Rumahmu Lebih Hijau Bikin Frustasi, 8 Momen Beli Barang Online yang Datang Tak Seperti Harapan Melalui tangan seorang seniman, tak jarang mereka menyulap benda atau dinding kotor di jalan menjadi karya yang menarik sekaligus mengagumkan. Hal ini pula yang dilakukan seniman jalanan asal Prancis, OakOak. Pria ini seolah menghidupkan kota dengan menciptakan desain yang berinteraksi dengan lingkungannya. Nah, penasaran dengan hasilnya? Dirangkum dari akun Instagram oakoak_street_art, berikut 10 potret seni jalanan ala Video Pilihan Di Bawah IniSeorang seniman jalanan dari Portugal, merubah limbah sampah di perkotaan menjadi sebuah karya seni menakjubkan. Sampah-sampah tersebut ia buat menjadi patung seni berbentuk yang nyenyak yaJangan sampai lepas!Siap untuk lomba lariBaby YodaBatu yang sangat besarSiapa di sana?Berminat main Pacman?Gaun yang indah dan naturalSedang apa kumpulan pinguin ini di tengah jalan?Tolong lepaskan aku!* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Menu» Aplicativos » Livros e referĂȘncias » Kata Motivasi Dari Seniman. Kata Motivasi Dari Seniman. 4.4 for Android | 0 Reviews | 0 Postagens. Kata Kata Kita. Baixar APK (4.1 MB) VersĂ”es. Utilizar o APKPure para atualizarKata Motivasi Dari Seniman, rĂĄpido, livre e salvar seus dados de internet. ï»żDescription Heian signifie la paix tranquille. Ni dan signifie deuxiĂšme niveau, il s'agit du deuxiĂšme kata de la famille Heian famille de 5 katas comprenant la plupart des techniques de base du karatĂ©. Heian nidan contient 26 mouvements, les principaux sont Gedan-barai, age-uke, gyaku-zuki, shuto-uke, ushi-uke. On y aborde Ă©galement les premiĂšres techniques de jambes yoko-geri, mae-geri. Deux positions sont Ă©tudiĂ©es Zenkutsu-dachi et Kokutsu-dachi.
Ifthe content Buku Perbendaharaan Kata Bahasa Ukraine not Found or Blank , you must refresh this page manually. Buku Perbendaharaan Kata Bahasa Ukraine DOWNLOAD dalam bahagian kedua buku ini boleh digunakan pada bila-bila masa anda perlu mencari perkataan yang anda dengar di jalanan, perkataan bahasa Ukraine yang anda mahu tahu
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Karya seni akan memberikan makna dan pesan yang mengubah, jika ditempatkan pada tempat dan waktu yang sesuai dengan selera zaman dan pembaca. Grafiti adalah kata asing yang sudah dikenal umum. Kata grafiti secara umum dikenal sebagai kata bahasa Italia, graffito dalam bentuk jamaknya. Kata grafiti berasal dari kata Yunani grafo untuk orang pertama tunggal yang berarti saya menulis atau saya kata aslinya grafo terlihat ada tiga arti dalam konteks aktif diartikan sebagai mengukir ein ritzen, menggambar malen dan menulis schreiben. Sementara itu dalam konteks medium dalam struktur bahasa Yunani diartikan tulisan untuk dirinya sendiri fĂŒr sich aufschreiben dan sebagai suatu protes atau keluhan tertulis eine schriftliche Klage einbringen.Dari perbedaan kata aslinya ini jelas sekali terlihat bahwa kata grafo atau grafiti itu dalam perkembangannya dipahami secara berbeda-beda, bahkan lebih mengarah ke arti mediumnya. Grafiti sebagai tulisan dengan ungkapan protes yang dinyatakan melalui gambar dan tulisan, grafiti di Jerman Di Jerman sampai dengan saat ini, grafiti dilihat sebagai hal yang dilarang , jika tidak pada tempatnya. Oleh karena itu, pemerintah Jerman sudah menyiapkan tempat-tempat khusus agar para seniman itu bisa menulis dan menggambar apa demikian, tidak selamanya berfungsi dengan baik. Umumnya mereka masih saja menyemprot di mana saja, entah itu di pagar tembok rumah, kantor, hotel, di grafiti yang tidak pada tempatnya akan menimbulkan kesan tidak menarik. Ya, bisa dikatakan dapat merusak pemandangan kota. Berikut ini beberapa grafiti di dekat rumah tempat tinggal saya 1 2 3 Lihat Sosbud Selengkapnya KaosBarongan Seniman Jaranan 47 Kata Kata Seniman Jagokata Promosikan Pantai Payangan Ratusan Seniman Jember Gelar Krist Pro Posts Facebook Blowhell Merchandise Postingan Facebook Dadak Merak Berumur Ratusan Tahun Meriahkan Kirab Pusaka Di Kisah Doni Pengrajin Jaran Kepang Yang Ingin Lanjutkan Kaos Jaranan Keren Ditulis oleh Nikita Purnama and Olive Nabila Read in English Semua berawal dari perburuan yang dilakukan pemerintah atas seniman di balik mural “Jokowi 404 Not Found”. Selanjutnya, pemerintah menindak berbagai mural “kritis”, menghapus mural yang mereka anggap dapat mengancam ketenteraman daerah atau itu membuka wacana mengenai demokrasi dan ekspresi diri.“Kalau memang vandalisme, kenapa mural di samping Jokowi 404 Not Found’ tidak dihapus juga?” seorang pengguna Twitter menanggapi. Pertama-tama, penting untuk memahami bagaimana komunitas seni jalanan melihat vandalisme dalam kaitannya dengan atau tindakan perusakan yang disengaja atas properti publik atau pribadi, dianggap sebagai tindak kejahatan di banyak negara. Namun, sejarah telah menyaksikan bagaimana vandalisme berhasil mendapat tempat dalam seni, atau lebih tepatnya dianggap memiliki aspek artistik. Pada masa Komune Paris pada tahun 1871, Gustave Courbet, presiden Federasi Seniman saat itu, menggulingkan patung Napoleon Bonaparte dari Kolom VendĂŽme. Pelukis itu menyatakan“Berhubung tiang VendĂŽme adalah monumen tanpa nilai seni apa pun, yang ekspresinya cenderung mengabadikan gagasan perang dan penaklukan dari dinasti imperial, tetapi yang menolak sentimen negara republik, warga negara Courbet menyatakan bahwa pemerintah Pertahanan Nasional harus mengizinkan dia untuk membongkar kolom ini.”Dalam pembelaan pribadinya, muatan politik dalam patung itu mengalahkan tujuan artistiknya, yang membuat kehadirannya bertentangan dengan sentimen republik rakyat saat itu. Dalam konteks ini, jelas bahwa Coubert melakukan tindakan vandalisme untuk menyatakan gagasan yang menurutnya tepat pada saat itu. Ini dianggap sebagai salah satu bentuk artistik vandalisme paling Indonesia, seni vandalistik tidak pernah lepas dari pembentukan bangsa ini. Pada masa penjajahan, masyarakat melakukan seni vandalistik, seperti graffiti berisi kata-kata penyemangat, mural yang mengajak masyarakat untuk melawan, serta poster-poster di ruang publik. Dalam unggahan Instagram-nya, sejarawan Abel Jatayu memamerkan jejak-jejak seni jalanan vandalistik karya masyarakat Indonesia, khususnya di Salatiga, pada masa kolonial. “Sejak agresi militer Belanda I dan II, ternyata masyarakat Salatiga aktif menggunakan ruang-ruang kota untuk menyuarakan keprihatinan mereka dan mengambil bagian dalam proses menuju kemerdekaan penuh,” tulisnya. Ia memposting foto-foto bangunan yang terbakar di kota tersebut, yang sengaja dihancurkan agar ketika Belanda menetap, mereka tidak dapat menggunakan fasilitas tersebut. Ada juga foto-foto poster stensil yang ditempel di dinding dan coretan-coretan berisi seruan untuk melawan para penindas.“Secara pribadi, vandalisme menurut saya adalah jiwa seni jalanan,” kata Alodia Yap, seniman asal Salatiga yang telah berkecimpung di dunia seni jalanan dalam lima tahun terakhir. Menurutnya, vandalisme tertanam dalam seni jalanan dalam hal di mana dan bagaimana karya tersebut dibuat. Karena menempati ruang dan fasilitas publik dengan kepemilikan publik atau negara, seni jalanan bersifat vandalistik. Namun, wilayah abu-abu muncul ketika diskusi bergeser ke topik mengenai apakah seni jalanan berarti jalanan adalah istilah umum untuk semua bentuk seni tidak resmi atau independen yang dibuat di ruang publik agar bisa dilihat banyak orang. Bentuk yang paling umum mungkin adalah mural yang, menurut definisi, adalah seni yang dilukis atau diterapkan langsung di dinding, dan grafiti, yang merupakan kata-kata atau teks yang diterapkan di dinding atau permukaan publik. Namun, ada juga yang berbentuk instalasi seni. Banksy, misalnya, terkadang memadukan properti lain ke dalam karya penerapan karya dapat bervariasi tergantung pada masing-masing seniman. Ada yang melukis langsung ke dinding atau menempelkan karyanya ke dinding dalam bentuk stiker, ada juga yang memilih wheatpasting -menggunakan lem berbahan dasar kanji untuk menempelkan karyanya di dinding-. Alat yang mereka gunakan juga beragam cat semprot, stensil, kapur, atau bahkan bibit mengapa ruang publik menjadi tempat yang disukai untuk memamerkan seni semacam ini adalah karena penciptanya ingin masyarakat melihat seni mereka dan menyadari keberadaan mereka. Godmatter, seorang seniman visual yang berbasis di Bandung, mengatakan kepada TFR bahwa seni publik adalah jenis seni yang paling dekat dengan publik. “Untuk melihat bentuk seni lainnya, masyarakat harus masuk ke dalam kubus putih galeri/museum, tidak seperti seni jalanan yang datang ke publik dan menjadi apa yang kita lihat sehari-hari,” peduli apa yang disampaikan sebuah karya seni, orang yang melihatnya akan selalu memiliki interpretasi berbeda. Contoh lain dapat ditemukan pada seniman jalanan populer yang telah berhasil masuk ke galeri atau disponsori oleh lembaga negara atau perusahaan swasta. Godmatter menjelaskan, “Para seniman itu pasti memiliki peraturan yang dulu mereka lawan ketika mereka memutuskan untuk terjun ke seni jalanan.” Dalam pengamatannya, lembaga-lembaga tersebut cenderung meremehkan proses yang dilalui seorang seniman sebelum mereka populer dan dikenal publik. Ketika seniman tersebut semakin populer, barulah pihak-pihak ini mulai mendukung juga melihat adanya disparitas dalam hal dukungan antara ide-ide tertentu yang direpresentasikan dalam karya-karya tersebut. “Sepertinya ide-ide yang dianggap 'baik', yang aman dari penghapusan, adalah yang tidak mengganggu ketertiban antara penguasa dan masyarakat umum," sebuah mural mengekspresikan ide yang tidak mengganggu tatanan yang ada, penguasa cenderung membiarkan saja. Namun, ketika ide yang tertanam dalam karya itu mengkritik tatanan yang ada, keberadaan karya tersebut dianggap ini mencerminkan kenyataan yang ditunjukkan oleh penghapusan mural baru-baru ini di berbagai lokasi. Di Yogyakarta, mural “Dibungkam” di jembatan Kewek dihapus karena dianggap “provokatif” oleh pihak berwenang. Pemerintah menggunakan peraturan daerah tentang ketertiban umum sebagai dikenal sebagai kota yang ramah terhadap mural di ruang publik, seperti yang terlihat di kawasan Taman Sari. Tembok-tembok yang dulunya dianggap polos dan kotor kini dihiasi dengan berbagai mural dan grafiti karya 30 seniman jalanan lokal dan internasional. Proyek ini didukung oleh masyarakat setempat serta pemerintah daerah sebagai program peremajaan. Tidak seperti grafiti di jembatan Kewek, mural dan grafiti yang menghiasi dinding Taman Sari tidak dianggap sebagai juga menandakan tempat seni jalanan di lanskap perkotaan Indonesia, baik sebagai dekorasi maupun polusi visual. Tidak ada yang membedakan keduanya, karena wilayah di antara keduanya adalah wilayah di Indonesia tidak memberikan definisi yang jelas tentang vandalisme, sehingga menimbulkan ambiguitas. Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI mendefinisikan vandalisme sebagai perusakan karya seni dan barang berharga lainnya atau perusakan dengan kekerasan dan kekejian. Sementara itu, tindakan mencoret-coret/menulis/melukis di dinding memang menandai mediumnya, namun fungsinya tetap berbagai peraturan, mural atau grafiti dikategorikan sebagai kejahatan ringan, yaitu pelanggaran terhadap tata tertib yang ada. Pemerintah menggunakan Kitab Undang-undang Hukum Pidana KUHP untuk kasus-kasus ini. Di Yogyakarta, pemerintah menggunakan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Kedua peraturan tersebut tidak secara khusus menggunakan kata vandalisme, melainkan “coret-mencoret”.Pasal 489 ayat 1 KUHP sering digunakan untuk menangani kasus perusakan, seperti yang diterapkan pada pelaku perusakan MRT. Pasal ini menyatakan bahwa “kenakalan” terhadap orang atau barang yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian atau kesusahan, diancam dengan pidana denda paling banyak Rp225. R. Soesilo menyebut artikel ini sebagai “artikel keranjang” karena setiap tindakan yang menimbulkan bahaya atau kesusahan dapat dikenai pasal ini. Pada umumnya, kerugian yang ditimbulkan dari tindak pidana ini adalah biaya 20 Perda Yogyakarta melarang setiap orang dan/atau badan melakukan aktivitas corat coret pada bangunan cagar budaya, fasilitas umum, jalan, bangunan, dan kendaraan/barang milik orang dan/atau badan, kecuali telah mendapat izin dari pemiliknya. Penjelasan Pasal 20 menyatakan bahwa yang dimaksud dengan kegiatan corat coret adalah perbuatan merusak dan/atau mencemarkan suatu barang dengan menggunakan cat atau bahan Banksy, bisa dibilang seniman jalanan paling mapan di dunia, adalah seorang seniman jalanan dengan pesan anti-perang, anti-kapitalisme, dan anti-kemapanan yang tertanam dalam karya-karyanya. Pada tahun 1990-an, dia terus bermain kejar-kejaran dengan pihak berwenang. Periode ini diduga sebagai periode di mana dia beralih ke stensil untuk mempersingkat waktu kerjanya agar tidak tertangkap. Sekarang, karya seninya dihargai hingga jutaan dolar. Bahkan ketika pihak-pihak yang dia lawan terus berusaha mencari cara untuk menjatuhkannya, dia tidak berhenti "merusak" properti publik dengan mendapati bahwa lanskap kota dan seni jalanan di Indonesia memiliki hubungan putus-sambung. “Ketika karya seni itu menyinggung penguasa, entah bagaimana karya itu melanggar peraturan yang ada,” katanya, “tetapi ketika sebuah karya membawa kebanggaan bagi kota dan mempercantik kota, pihak berwenang sering mengklaim bahwa mereka mengembangkan seniman jalanan lokal.” Ia menceritakan kejadian saat rekannya sesama seniman jalanan di Salatiga ditangkap paksa oleh polisi dan diperlakukan tidak manusiawi karena sebuah karya seni yang dianggap “buruk”. Tak lama berselang, para pejabat pariwisata menghubungi masyarakat untuk menyampaikan kesediaan mereka memfasilitasi kegiatan seni jalanan di kota untuk mengabaikan paradoks yang mencolok itu. Seolah-olah orang lupa bahwa secara historis, ketika mengilhami sebuah ide, “seni jalanan menjadi media bagi orang-orang yang tidak memiliki sarana untuk menyuarakan pendapat mereka.”Baginya, cara pihak berwenang menanggapi seniman jalanan yang mengekspresikan diri dan ide-ide mereka adalah menabur benih ketakutan. Di media massa, para seniman jalanan diberitakan “dicari” atau, seperti yang terjadi pada sesama seniman, “dijemput malam-malam” dan “dipukuli”. "Itu membuatku berpikir, 'oh, mereka bisa melakukan ini padamu hanya karena menggambar'," renungnya, "mereka menginginkan kita ketika kita memfasilitasi ide-ide mereka, tetapi mereka tidak akan menerima sisi kritis kita."Godmatter menyoroti bahwa yang mengkhawatirkan tentang penghapusan karya seni jalanan bukanlah penghapusan itu sendiri, karena saling menutupi seni adalah praktik umum di kalangan seniman jalanan. Yang mengkhawatirkan adalah penyensoran ide-ide seniman; ini adalah bentuk penindasan terhadap ekspresi diri mereka. Namun, dia merasa bahwa saling tunjuk adalah tindakan yang kontraproduktif.“Saya mengerti bahwa pihak berwenang hanya melakukan tugasnya, tetapi mustahil untuk tidak mengharapkan reaksi apa pun,” memilih membangun komunikasi dua arah dalam menanggapi benturan semacam ini, tetapi dia juga mengakui bahwa masalah menjadi semakin rumit ketika satu pihak menggunakan kekuatannya. Menggunakan paksaan terhadap orang-orang yang bereaksi terhadap penindasan yang mereka alami bertentangan dengan tujuan kemerdekaan negara. Semakin ditekan suatu masyarakat, semakin kuat reaksinya.“Dengan dihapus, mural yang mungkin dianggap sebagai polutan visual oleh sebagian orang telah berhasil menyusup ke alam bawah sadar mereka sebagai bentuk perlawanan.”

KisahKoswara, Kakek Renta di Bandung Digugat Anaknya Rp 3 Miliar, Begini Kata Dedi Mulyadi Hamidah bersama Koswara menjadi tergugat dalam kasus perdata yang digugat oleh Deden dan istrinya, Nining Jika kita teliti lebih lanjut, pemakaian tarbus oleh kaum lelaki di Isketambola memiliki persamaan dengan negara Turki sebelum era perubahan yang

There are 26 official Shotokan karate katas put forward by Master Nakayama Masatoshi. However, some dojos include the kihon kata, Taikyoku Shodan for the very beginners, making it 27 katas in total. Katas are the essence of karate regardless of style. Katas are mostly performed alone and can be practiced according to the ability and physical fitness of individuals. This is one of the major features of karate that is not found in any other martial art. Practicing katas not only improves one’s fitness but also a way to harmonize our mind and body because it requires total concentration while performing karate techniques. [1] Below is a list of the 27 Shotokan karate katas and videos of their performances by karate masters, senseis, world champions, and senior students. Taikyoku Shodan Heian Shodan Heian Nidan Heian Sandan Heian Yondan Heian Godan Tekki Shodan Tekki Nidan Tekki Sandan Bassai Dai Bassai Sho Jion Kanku Dai Kanku Sho Hangetsu Empi Jitte Chinte Gankaku Sochin Nijushiho Wankan Ji’in Meikyo Gojushiho Sho Gojushiho Dai Unsu 1. Taikyoku Shodan ć€Șæ„”ćˆæź” Taikyoku Shodan means “first cause”. This is an introductory kata that master Gichin Funakoshi introduced to help new students learn the basic techniques of Shotokan karate. It teaches chudan oi tzuki and gedan barai performed in a series of 27 movements. Below is a video of Masao Kawasoe sensei performing this kata both in slow motion and at normal speed with great power. 2. Heian Shodan ćčłćź‰ćˆæź” Heian Shodan means “peaceful mind/way first level”. This kata is the first of the five Heian katas. There is a belief that the movements in the Heian katas were developed from a more advanced kata, Kanku Dai. Some sources say that Master Ankƍ Itosu thought Kusanku or Kanku Dai was very long and consisted of many moves difficult for a new karateka. He, therefore, divided the kata into 5 Heian katas to gradually introduce them to beginners. Heian Shodan emphasizes on hanmi side facing and shomen square facing, with the body and hips being in hamni for blocks and shomen for stepping punches. This kata also focuses on zenkutsu dachi, kokutsu dachi, oi tzuki, tetsui uchi, age uke, and shuto uke. Heian Shodan is required for 9th Kyu, yellow belt grading. Below is a video of Hirokazu Kanazawa sensei performing this kata. The second video is of an unknown Shotokan instructor performing this kata slowly with additional step-by-step instructions. These instructions are especially useful for students who just start on this kata. 3. Heian Nidan ćčłćź‰äșŒæź” Heian Nidan means “peaceful mind/way second level”. This is the second kata in the 5 Heian Katas and introduces a few more advanced techniques. Heian Nidan teaches concurrent blocking and striking methods performed in a relaxed state. This kata also introduces yoko geri keage side snap kick and mae geri front kick. Heian Nidan is the required kata for 8th Kyu, orange belt grading. Below are video performances of this kata by Nakayama Masatoshi sensei and Aragaki Misako sensei. 4. Heian Sandan ćčłćź‰äž‰æź” Heian Sandan means “peaceful mind/way third level”. This is the third and the shortest kata in the 5 Heian kata series. Heian Sandan, just like Heian Nidan, also emphasizes simultaneous blocking and striking techniques, with the introduction of fumi komi step-in technique and spinning tetsui uchi hammer fist strike. Heian Sandan is required for the 7th Kyu, green belt grading. Below are 2 video performances of this kata, one by Master Hirokazu Kanazawa and one by Aragaki Misako sensei. 5. Heian Yondan ćčłćź‰ć››æź” Heian Yondan means “peaceful mind/way fourth level”. This kata constitutes numerous slow-flowing and open-hand techniques and simultaneous blocking and striking techniques. The kata introduces juji uke figure 10 block, mawashi empi elbow strike, and hiza geri knee strike. Heian Yondan is required for the blue belt, 6th kyu grading. Below are the demonstrations of this kata by Hirokazu Kanazawa sensei and Masatoshi Nakayama sensei. 6. Heian Godan ćčłćź‰äș”æź” Heian Godan means “peaceful mind fifth level”. This is the fifth and last in the 5 Heian katas for the purple belt, 5th Kyu grading. This kata is performed with several bodyweight shifts, where punches are executed from kokutsu dachi. This kata is the first that introduces a jump, kage tzuki hook punch, ura tzuki half punch used at close range, and a difficult combination of blocking and striking techniques at the last four moves. Here are performances of this kata by Nakayama Masatoshi Sensei and Kanazawa Sensei. 7. Tekki Shodan é‰„éšŽćˆæź” Tekki Shodan means “Iron Horse first level”. This is the first of three Tekki katas and is required for the second level of the purple belt or the red belt 4th kyu grading depending on individual Shotokan schools. Tekki katas were anciently known as Naihanchi, inside conflict. It is believed that Master Anko Itosu formulated three katas from Naihanchi, which was a derivative of Nifanchin – an older kata. Gichin Funakoshi learned the kata derived from Naihanchi and later renamed them Tekki Shodan, Tekki Nidan, and Tekki Sandan. Tekki Shodan is a kata where one learns to generate power from the hips and legs. The kata is practiced along a straight line in kiba dachi horse-riding stance with techniques being executed at extremely short distances. Below is a demonstration of this kata by Hirokazu Kanazawa sensei and Kazuaki Kurihara sensei who is a multiple-time All Japan Karate Championship winner in both kata and kumite divisions. 8. Tekki Nidan 鉄鹎äșŒæź” Tekki Nidan is the second in the 3 tekki katas. It means “Iron Horse number two” and almost similar to Tekki Shodan except for some cross-steps and one heisoku dachi. This kata develops a karateka’s grabbing, locking, and throwing techniques while maintaining a stable kiba dachi. The kata introduces the use of zenwan shomen gedan barai kensei forearm frontal low feint, ryo zenwan suhei kamae horizontal forearms posture, and oshi uke low forearm block to side. Tekki Nidan may be used as a part of Shodan grading. Below are videos of Tekki Nidan performed by Hirokazu Kanazawa sensei, Arimoto sensei, and Paul Walker Sensei. 9. Tekki Sandan é‰„éšŽäž‰æź” Tekki Sandan means “Iron Horse number three”. Tekki Sandan, with 36 movements, is the last kata in the Tekki kata series. This is a very fast kata constituting numerous consecutive techniques executed continuously which require exact timing. It introduces zenwan hineri, zenwan uchi otoshi, and zenwan gedan furisute. Many techniques in this kata are performed with a supported hand soete, mainly applied in trapping or grabbing adversary’s techniques. The application of the kata revolves around immobilizing an opponent’s attacking limbs by tapping to deter further attacks. Below are performances of this kata by Hirokazu Kanazawa sensei, one of his students, and a senior instructor. 10. Bassai Dai æŠ«ćĄžć€§ Bassai Dai means “to storm a fortress”. Bassai Dai is said to have originated from Passai, which was an initial name for Bassai. According to historical records, two versions of the Passai kata were practiced in Okinawa, one from China brought by Sokon Matsumura, a karate master, and another taught by a Chinese martial artist, who resided in Okinawa, to Okan Oyadomari. The Shotokan version of Bassai Dai is believed to have come from the lineage of Okan Oyadomari. Bassai Dai is a widely recognized kata and is practiced in many karate styles. This kata teaches fast changes of direction, fast turns, and technique combinations that require dynamic hip rotations. Depending on particular Shotokan schools, this kata may be required for the brown belt 3rd kyu grading. Below are performances of Bassai Dai by Rika Usami, a world kata champion and Kazuaki Kurihara sensei who won medals at All Japan Karate Championship on 13 occasions for both kata and kumite. 11. Bassai Sho æŠ«ćĄžć° Bassai Sho means “to penetrate the fortress minor.” It is thought that the two Passai katas may have originated from Master Tawada and Master Matsumura, one became Bassai Sho and the other one Bassai Dai. Bassai Sho comprises a unique foot sweep, double strike combination, and outside block, with the two last moves of the kata being take-down techniques. Bassai Sho is one of the required katas for Nidan grading. Below is the video performance of this kata by the world champion, Zachary Alexander, and a senior student. 12. Jion 慈恩 Jion means “Temple Sound”. Jion is the second longest kata after Kanku Dai. This kata consists of basic movements with a great focus on shomen and hanmi transitions. Many karate historians believe Jion is an ancient Chinese boxing form that was developed further in Okinawa. Some also argue that the kata originated from Jionji Jion temple, where martial arts were extensively practiced. Jion is often used for 2nd brown belt test in Shotokan. Below are 2 performances of this kata by Mimura Yuki, a kata champion, and Aragaki Misako sensei. 13. Kanku Dai èŠłç©ș性 Kanku Dai, implying “looking to the sky major”, was originally known as Kusanku, a kata believed to be created from White Crane Kung Fu. Kusanku was the name of a Chinese diplomat who traveled to Okinawa from Fukien in the 18th century. This is a long kata incorporating all of the basic fundamental movements of Shotokan karate and is physically and mentally taxing to perform. It contains many movements from the five Heian katas. Kanku Dai is a part of the first kyu’s grading requirements. Below are the videos of Kanku Dai performed by Mimura Yuki, a kata champion, and Kazuaki Kurihara sensei. 14. Kanku Sho èŠłç©ș氏 Kanku Sho means “looking to the sky minor” and forms part of the second dan black belt grading. It is a smaller but more advanced version of Kanku Dai. Yasutsune Itosu is thought to have created two versions of the Kanku kata using similar patterns of movements and embusen. This is one of the most acrobatic katas in Shotokan characterized by two jumping techniques, which are quite challenging to perform. The first jump resembles that of Empi, but is performed on the spot, while the second jump jumping spinning crescent kick is the same as the one in Unsu. The techniques in this kata are very exhaustive and require higher fitness, thus, often preferred by young and athletic black belts. Below are a couple of demonstrations of this kata by a senior black belt and Hirokazu Kanazawa sensei. 15. Hangetsu ćŠæœˆ Hangetsu means “Half Moon”. Hangetsu is a kata performed in hangetsu dachi, semi-circular steps. It has 41 movements that require the coordination of breathing, contraction, and expansion techniques. This kata was added to Shotokan karate curriculum instead of the Sanchin kata by Master Gichin Funakoshi. The ancient Okinawa variant of Hangetsu kata is called Seisan. This kata shows the first use of neko ashi dachi and is a part of Shodan grading. Below is the video performance of this kata by Tatsuya Naka sensei and Osaka Yoshihura sensei. 16. Empi 燕飛 Empi also known as enpi means “Flying Swallow”. Some karate historians say Wang Ji a Chinese master in Shaolin White Crane brought Empi to Okinawa in the late 1600’s as Wansu and it was later renamed to empi by Gichin Funakoshi. Empi consists of fast and dynamic movements, lots of takedown and throwing techniques characterized by numerous instances of simultaneous blocks and strikes. This kata introduces age tzuki and kosa dachi, whose combination with hiza geri, soto uke, and gyaku zuki, in motion, resembles a flying swallow. Empi can be a choice for Shodan grading. Below are videos of this kata performed by Kanazawa sensei and an unknown blackbelt. 17. Jitte ćæ‰‹ Jitte kata is a very special and unique kata amongst the 26 Shotokan katas and was created by Matsumora Kosaku sensei. It constitutes complex movements that many karatekas find challenging to master and understand. This kata, meaning “ten hands”, comprises ten sets of techniques to give a karateka the power to fight against ten opponents. Even though Jitte’s application is demonstrated against punches and wrist grabs, this kata perfectly deals with weapons. It utilizes both kogeki attack and bogyo defense against about 6 feet bo staff. Jitte is a part of Nidan grading. Below are performances of this kata by Hirokazu Kanazawa sensei and a senior instructor. 18. Chinte 珍手 Chinte means “extraordinary hands” or “unusual hands”. Some sources claim Chinte was from China while others say that the kata originated from a folk dance in Okinawa. Yasutsune Itosu sensei is credited for unveiling this kata for modern training. Chinte consists of several unique and barely seen hand techniques. It introduces the application of nihon nukite, nakadaka ippon ken, hasami zuki, tate zuki, and tate mawashi uchi. This kata has yori ashi three small hops towards the end, which deviates it from all other Shotokan katas. It teaches defensive techniques that are most appropriate to people of “smaller sizes” such as women and children. Below are a couple of demonstrations of this kata by Hirokazu Kanazawa sensei and Takako Kikuchi sensei. 19. Gankaku ćȩ鶎 Gankaku means “crane on a rock” and has 42 moves. This kata, originally called Chinto, was created by Sokon Matsumura sensei. It involves sharp and fast attack techniques in combination with slow moves. This kata is partly practiced in tsuru ashi dachi crane stance, which enables a karateka to develop proper balance. It contains elements of forward-spinning turns instead of backward-turnings as in most katas and forms a part of Sandan grading. Below are performances of this kata by Hirokazu Kanazawa sensei and Luca Valdesi at the World Karate Championship in Belgrade, 2010. 20. Sochin 棯鎭 Sochin means “powerful calm” or “tranquil force”. Some sources suggest that this kata was developed from Kung Fu Dragon style and was taught in Okinawa’s Naha district by Arakaki Seisho, a prominent Okinawan martial arts master. Another source says Yoshitaka Funakoshi developed the kata from a variant taught to him by Master Kenwa Mabuni and added it into Shotokan karate. Sochin is a very physical kata that teaches very dynamic and explosive techniques in a series of slow powerful moves and fast explosive techniques coordinated with contraction and expansion. This kata is performed in fudo dachi immovable stance, which is quite challenging to get right. Below are performances of this kata by Hirokazu Kanazawa sensei and Koji Arimoto, a kata champion, under the instruction of Masao Kagawa sensei. 21. Nijushiho äșŒćć››æ­„ Nijushiho is one of the first black belt katas practiced in many Shotokan dojos and is widely used as a part of Sandan grading. This kata means “24 steps”, the number of steps in the kata, actually has 34 moves. Originally, the kata was called Niseishi 24 in Okinawa. Some sources say Nijushiho was developed from Chinese dragon boxing by Master Seisho Arakaki, just like Sochin and Unsu. It comprises the use of open hand techniques coordinated with many instances of back and forth small explosive movements. This kata’s first three moves are difficult to get right and sanchin dachi hourglass stance is also introduced for the first time. Here are the performances of Nijushiho by Hirokazu Kanazawa sensei and Tatsuya Naka sensei. 22. Wankan 王憠 Wankan means “kings crown”. The first few moves of the kata take after the shape of a crown which is where the name comes from. This is the shortest Shotokan kata with only one kiai. Some sources say the kata was introduced into Okinawa as Wang Ji by a Chinese White Crane master while other sources thought the kata was practiced by the royal family in Okinawa, thus the name Wankan. It is also rumored that Master Gichin Funakoshi passed away before completing making changes to the original kata leading to Wakwan’s shortness and only one kiai. The opening kakiwake-uke wedge block/v-block can be practiced in either neko ashi dachi cat stance or kokutsu dachi. Below are the performances of Wankan by Hirokazu Kanazawa sensei and a senior blackbelt. 23. Ji’in 慈陰 Jiin implies “temple ground” and is believed to have originated from a Chinese Buddhist Temple. Gichin Funakoshi renamed it to Shokyo Pine Shadow, a name that was not welcomed by his students. Jiin kata is often grouped with Jitte and Jion since they all begin in palm over fist posture and use the same techniques. This kata’s primary technique is kosa uke, executed with gedan barai hovering over the lead leg. Below is a video performance of this kata by Hirokazu Kanazawa sensei and an unknown senior karate instructor. 24. Meikyo æ˜ŽéĄ Meikyo means “mirror to the soul.” It is a self-reflection and introspection kata. The kata teaches senpais senior karatekas to occasionally reflect on their techniques while looking inward for improvements and changes instead of searching for others or outward like beginners. This kata is a requirement for Sandan grading. Below are the performances of this kata by Hirokazu Kanazawa sensei and an unknown instructor. 25. Gojushiho Sho äș”ćć››æ­©ć° Gojushiho Sho means “54 steps minor.” Some sources credit Gojushiho kata to Sokon Matsumura but Anko Itosu is thought to have created the two variants, sho and dai. Gojushiho Sho involves flowing clouds ryuun set of moves combining ryuun no uke knife hand flowing block, shuto gedan barai knife hand down block, and triple shihon tate nukite four finger spear hand. This kata is large in the frame and not as complex as its dai counterpart. Below are performances of this kata by Hirokazu Kanazawa and an unknown instructor. 26. Gojushiho Dai äș”ćć››æ­©ć€§ Gojushiho Dai translates to “54 steps major” and is more complex and longer than Gojushiho Sho. This kata emphasizes on striking the opponent’s vital areas, with most of its techniques being finger strikes. It is the longest Shotokan kata with many techniques executed in neko ashi dachi. This kata has no zenkutsu dachi and introduces washide eagle hand for the first time. This kata is a requirement for the fourth dan grading. Below are the performances of this kata by Hirokazu Kanazawa sensei and Koji Arimoto 2012 team kata World Champion. 27. Unsu é›Č手 Unsu kata was created by Seisho Arakaki sensei. Some sources say the kata was developed from Okinawan folk dance, to their gods Fujin and Raijen. Other sources link Unsu to a Shaolin dragon Kung Fu form. Unsu, meaning “cloud hands”, is a very magnificent and highly advanced kata practiced with utmost speed, agility and power. It combines lots of advanced hand and leg techniques executed with great timing. Difficult techniques of the kata are kawashi geri mawashi geri performed when lying and the 360 degree jump. This kata is a part of Yondan grading. Below are performances of this kata by Hirokazu Kanazawa sensei, Ryuji Moto at JKF Senior Team Selection 2021, and a senior blackbelt. Other articles you might be interested in The Intended Meaning of Karate Ni Sente Nash What Is the Philosophy of Karate? Shotokan Karate’s Dojo Kun and Their Philosophical Meanings A Comprehensive Guide to Karate Etiquette – Karate Philosophy Jakarta Kemendikbud --- Sebagai lanjutan lokakarya yang digelar pada 30 Mei 2017 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Uji Gelar Pentas Ekspresi Seniman Jalanan yang diikuti 12 musisi jalanan se-Jabodetabek di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mewakili Kemendikbud sangat mengapresiasi para
ABONNEZ-VOUS À NOTRE NEWSLETTER Katas exĂ©cutĂ©s par un pratiquantKatas exĂ©cutĂ©s par un pratiquantKatas exĂ©cutĂ©s par deux pratiquantsKatas exĂ©cutĂ©s par deux pratiquantsSans arme sAvec arme sSans arme sAvec arme sKeli GohoAu Bokken Ken LoppoTai sabaki no kataKen kihon kumiteYoseikan HappoAu Tambo Tambo happoHyoli no kataBo TaĂŻ Jyo 5 seriesHappoken ShodanAu Tanto - Ni Kombo happo - Tanto happo - Tanto no kataSuwali wazaGen Ryu no kataHappoken NidanAu Bo - Bo happo - Bo no kataHAGAKURE NEWSTaĂŻ no kataHappoken SandanAu Jyo Jyo no kata Sempu kumidatchiHappoken YodanAu Nunshaku - Sempu - GyakutĂ© no kata Gyakute kumidatchiHashakuken GodanAu Tonfa Tonfa Happoken SaĂŻ KumidatchiHashakuken ShodanAu SaĂŻ SaĂŻ happoken Tanto no kata kumidatchiHashakuken NidanAu Naguinata - Naguinata happo - Jyu No Kata Naguinata KumidatchiHashakuken SandanHashakuken YodanHashakuken GodanJyu No Kata NEWSCe memento sur la partie des katas ne remplacera jamais les explications d'un professeur. Il a pour but de permettre au pratiquant de Yoseikan Budo d'avoir un support, afin de travailler personnellement leur il est recommandĂ© de crĂ©er un classeur avec la feuille memento du kata d'un cotĂ© et une feuille d'annotation de l'autre, pour noter les explications du professeur. Ainsi vous pourrez commencer Ă  vous constituer votre propre Memento du YOSEIKAN BUDO.
5 Pasar Seni sebagai Objek Wisata. Tentunya pasar seni ini akan menarik perhatian orang untuk datang ke Bogor. Kalau selama ini orang sudah bosan dengan objek wisata di Bogor yang terbatas pada Kebun Raya Bogor, museum, atau curug, maka pasar seni ini tentu akan menarik perhatian sebagai alternatif wisata.
Kendatiterdengar lucu, jangan salah. Sebatang rokok bersama secangkir kopi sungguh kunikmati sebagai pengusir jiwa yang lelah". +29 Kaligrafi Aksara Jawa Terlengkap Beserta Penjelasanya Berbagai kata kata pelukis dibawah ini juga bisa kalian. Kata bijak seniman jawa. Kata bijak jawa yang ada dan kita dengar selama ini kebanyakan menggunakan bahasa jawa halus serta terdengar bijaksana. TwitterInc baru-baru ini menolak dakwaan Elon Musk dalam pemfailan mahkamah Delaware bahawa dia telah ditipu untuk menandatangani perjanjian untuk membeli syarikat media sosial itu, dengan mengatakan bahawa ia"tidak masuk akal dan bertentangan dengan fakta." darisekian lagu yang saya nyanyikan sedikitnya ada kesamaan dengan apa yang saya alami semasa hidup saya, đŸ€ keep strong bang thankz. BAGIKAN Jakarta - Museum dan galeri seni yang ada di Jakarta menampilkan berbagai karya seni terbaiknya. Di antara 5 art space berikut, mana yang favoritmu? RUCI Artspace yang kini berlokasi di Jalan Melawai VIII Nomor 2A (level 3), Jakarta Selatan menampilkan karya-karya seni kontemporer seniman Tanah Air. Foto: Nesya Soediro/ RUCI Art Space. Kita ada kawan A. Ali, dia telah cipta lebih 500 lagu dan menjadi hits," kata M. Nasir memperkenalkan sahabatnya dan mendendangkan lagu ciptaan allahyarham iaitu Ada Sepasang Mata, Turutan lagu-lagu daripada filem kontroversi Kembara Seniman Jalanan arahan Nasir Jani, skrip ditulis M. Nasir iaitu Balada Osman Tikus, .